Perjalanan Menghapus Cinta (3)
Karena suasana rumah yang sejuk, rindang, ga terasa aku tidur sampe jam 12.23. Aku segera bangun dan mandi lalu melakukan kewajiban sebagai seorang muslim. Aku lihat temenku sudah bangun dari tadi kelihatannya. Ternyata dia ga bisa tidur, mungkin hanya bisa tidur 1 jam.
Temenku dan hendra telpon seseorang, temenku yang lain dari telkom yang sama2 berjuang demi BNI. Hendra ngajak ketemuan ntar malem buat nemenin temenku yang sedang patah hati. Temenku ngajak untuk nemenin membuang pikiran dengan minum alkohol kalo ga salah namanya Jack Deal. Mereka yang di telp setuju2 aja.
Sore hari sekitar jam 4 kami meluncur ke sebuah mall di bekasi, Metropolital Mall, yang biasa di panggil MM. Di sana kita nyari sepatu, selain aku juga pengen punya sepatu baru, aku dan temenku tertuju pada sebuah sepatu warna coklat tanpa tali yang memang selera kita berdua. Wah cocok nih sepatu, pikir kami, kalo ada 2 kita beli nih. Akhirnya tanyalah ke seorang penjaga sport station untuk menanyakan harga. Oh tak ku duga harganya 600ribu, coba kalo 300ribu mungkin sudah kita beli. Sementara kami berdua nyari sepatu, hendra sang tuan rumah membeli teh botol untuk membatalkan puasa ntar.
Karena temenku ga bawa celana panjang, kemaren meluncur kebekasi cuma bawa celana pendek dan kaos oblong aja, belilah sebuah jeans merk wrangler. Kalo celana aku ga begitu tertarik untuk beli.
Adzan maghrib sudah berkumandang, kami membatalkan puasa dengan minum teh botol. Sekitar jam 7 malam, kami keluar dari MM, tentunya setelah sholat maghrib di basemen MM.
Sebelum berangkat ke rumah mas Heri, orang Telkom yang kami hubungi siang tadi, kami makan pecel lele lagi di daerah Taman Galaxy. Waktu akan bayar, ga nyangka duitku tinggal 12 ribu, syukur tepat di sebelah warung ada 2 ATM. Setelah makan kami segera meluncur ke Vila Nusa Indah tempat mas Heri menetap bersama anak istrinya.
Sampailah kita di rumah mas heri, dengan melewati jalanan yang rusak parah. Fiuh…
Untungnya mas Heri punya 2 orang anak lucu2 yang atu masih TK, adiknya belum sekolah, syukurlah aku punya temen untuk bercanda, hehe.. Aku maen ayunan, jalan-jalan di sekitar komplek vila nusa indah. Tapi temenku Yudha orang telkom juga ga kunjung datang karena sedang ada acara dengan keluarganya. Sampai malam dia juga ga datang, dan akhirnya dia batal untuk datang.
Di sana kita ngobrol panjang lebar tentunya sebagian besar nyari solusi buat temenku yang sedang patah hati itu. Temenku akhirnya minum juga, tapi mas Heri ga mau minum karena sedang diare. Obrolan-obrolan yang sudah bosan aku mendengarnya, karena cerita temenku sudah aku dengar ribuan kali. Aku sempat d tawarin untuk nemenin minum, katanya ga bakal mabuk karena di campir dengan coca cola, aku hanya bilang terimakasih, aku makan martabaknya aja ama coca colanya aja deh.
Ngobrol panjang lebar tapi tidak menemukan jalan keluar, karena menurutku temenku ga bisa dapet masukan, dia hanya ingin cerita dan menyelesaikan masalahnya sendiri.
Jam 2 menjelang sahur kami bertiga pulang, sesampai di rumah kita sahur dengan menu ayam gorang dan sambel pecel. Setelah sahur, kita pulang ke kost karena paginya kita harus bekerja lagi.
Sesampai di kos, sholat subuh. Dan aku segera tidur.
Aku melihat temenku sms orang lain, tak lama dia dapet tlp. Ah mungkin temennya yang di surabaya. Aku melanjutkan tidurku.
2 Malam yang panjang.




judulnya keren. Menghapus cinta. Tapi, emangnya bisa?
[Reply]
Time will heal.. sederhana tapi benar..
[Reply]