Melihat pertandingan thomas dan uber cup, jadi teringat akan cita-citaku di waktu kecil. Masih terngiang jelas di ingatanku bagaimana pertama kalinya aku diajari bermain Badminton dan memiliki sebuah Raket Badminton.
Di halaman rumah kontrakan di sebuah desa kecil di Lumajang Jawa Timur yang tepat di depan rumah ada sebuah lapangan badminton. Sekitar tahun ‘90 siang hari sekitar jam 14.00 aku di ajari bermain olahraga itu oleh tetangga yang aku memanggilnya Mas Heri. Pukulan pertamaku membuat raket yang aku pinjam darinya lepas dari genggamanku, sampai hampir mengenai wajah Mas Heri. Beberapa kalli pukulan ku hempaskan, sampai akhirnya Mas Heri berhenti mengajari karena kecewa ternyata aku memang tidak bisa apa-apa dan takut Raket yang aku pinjam jadi rusak.
Selang 2 hari, entah dari mana Ayah ku tau keinginanku, tepat pukul 23.30 beliau pulang dari kerja membawa sebuah raket yang berukuran kecil. Aku ingat waktu itu, raket berwarna Hijau, Ringan. Sejak saat itu aku jadi rajin berlatih Badminton.
Sampai pada suatu saat, ada pertandingan se RW, yang alhamdulillah aku masuk ke Final.
Aku ingat saat pertandingan akan dilangsungkan, gerimis kecil sempat menghampiri kami. Tak kusangka lagi, ayahku sorenya membawa sebuah raket yang sangat bagus, saat itu seharga 75 ribu (second hand). Lawanku saat itu adalah seorang siswa SMP kelas 2 yang aku memanggilnya Mas Ali. Dan tak kusangka, aku berhasil meraih Juara I. Hadiah waktu itu yang kuterima adalah 9 buku tulis, 9 pensil, dan sebuah raket, yang ga terlalu bagus.
2 bulan setelah hari itu, aku berniat untuk masuk ke sebuah Club Bulutangkis, Rajawali namanya. Di situlah aku benar2 berlatih 3 kali seminggu, sampai akhirnya aku berhasil mendapatkan juara 3 tingkat kabupaten Lumajang sejak aku duduk di kelas 3 SD. Keinginanku terus meningkat untuk bisa masuk ke Jarum, dan berharap bisa menjadi Pemain Nasional. Tetapi keinginanku selalu gagal, karena aku mendapat pesaing yang cukup kuat. Dian namanya. Aku masih punya keinginan untuk mengalahkannya, sampai saat ini, tetapi Allah swt berkehendak lain, Dian sudah meninggalkan dunia yang penuh hiruk pikuk ini.
Ku gantungkan raket, karena sudah gagal masuk jarum, dan berniat untuk lebih berkonsentrasi ke sekolah, karena saat itu aku sudah kelas 6 SD.
Ayo Raih Piala Thomas dan Uber, seperti beberapa tahun silam !!