• banner blogger Nganjuk hitam
  • Archive for May, 2008

    Kecewa 2

    Hari ini, aku tampilkan status ku di YM, yang berbunyi “pengennya sih nerapin loyalitas secara terus menerus, tetapi imbal baliknya menyakitkan”. Ternyata setelah aku menampilkannya, banyak temen2 yang mendukungku, ada juga yang ngasih doa, agar perjuanganku sukses. Tidak hanya temen2 sekantorku, tapi juga temen2 telco provider, yang duduk seruangan denganku di BNI46. Mereka ngasih support, doa, ada yang bilang ’sabar guh’ dan ada juga yang ngasih cara untuk melawan.

    May 27, 2008 Post Under Story - Read More

    Kecewa

    Aku kecewa ama salah satu perusahaan yang sangat besar di Indonesia, yang selama ini aku bela di mata orang lain, khususnya customer, khususnya lagi customer yang selama ini aku handle, BNI46.

    Selama ini aku berjuang mati-matian, apalagi 1 bulan terakhir, sampai hampir aku tak punya kehidupan pribadi. Aku yang paham selama ini menjadi tameng dari orang-orang besar itu, yang menganggap dirinya jagoan (dan memang aku menganggap jagoan juga), ternyata begitu tak berdayanya ketika mendapat keputusan kecil dari orang yang lebih besar di atasnya, meskipun keputusan itu membuat hampir semua karyawan se kelas ku sangat kecewa, terutama aku dan tim ku. Karena aku dan tim ku merupakan korban terbesar. Dia hanya bisa berkata IYA PAK, tanpa memikirkan puluhan karyawan di bawahnya. Aku tau memang, dia tak punya kuasa untuk menolaknya, tetapi pembelaan yang dia ceritakan kepadaku, membuat aku sangat tidak menghormatinya lagi. Orang yang ku anggap smart, ternyata butuh 1000 kali penjelasan untuk mengerti, ato bahkan lebih.

    May 23, 2008 Post Under Story - Read More

    Badminton

    Melihat pertandingan thomas dan uber cup, jadi teringat akan cita-citaku di waktu kecil. Masih terngiang jelas di ingatanku bagaimana pertama kalinya aku diajari bermain Badminton dan memiliki sebuah Raket Badminton.

    Di halaman rumah kontrakan di sebuah desa kecil di Lumajang Jawa Timur yang tepat di depan rumah ada sebuah lapangan badminton. Sekitar tahun ‘90 siang hari sekitar jam 14.00 aku di ajari bermain olahraga itu oleh tetangga yang aku memanggilnya Mas Heri. Pukulan pertamaku membuat raket yang aku pinjam darinya lepas dari genggamanku, sampai hampir mengenai wajah Mas Heri. Beberapa kalli pukulan ku hempaskan, sampai akhirnya Mas Heri berhenti mengajari karena kecewa ternyata aku memang tidak bisa apa-apa dan takut Raket yang aku pinjam jadi rusak.

    Selang 2 hari, entah dari mana Ayah ku tau keinginanku, tepat pukul 23.30 beliau pulang dari kerja membawa sebuah raket yang berukuran kecil. Aku ingat waktu itu, raket berwarna Hijau, Ringan. Sejak saat itu aku jadi rajin berlatih Badminton.

    Sampai pada suatu saat, ada pertandingan se RW, yang alhamdulillah aku masuk ke Final.

    Aku ingat saat pertandingan akan dilangsungkan, gerimis kecil sempat menghampiri kami. Tak kusangka lagi, ayahku sorenya membawa sebuah raket yang sangat bagus, saat itu seharga 75 ribu (second hand). Lawanku saat itu adalah seorang siswa SMP kelas 2 yang aku memanggilnya Mas Ali. Dan tak kusangka, aku berhasil meraih Juara I. Hadiah waktu itu yang kuterima adalah 9 buku tulis, 9 pensil, dan sebuah raket, yang ga terlalu bagus.

    2 bulan setelah hari itu, aku berniat untuk masuk ke sebuah Club Bulutangkis, Rajawali namanya. Di situlah aku benar2 berlatih 3 kali seminggu, sampai akhirnya aku berhasil mendapatkan juara 3 tingkat kabupaten Lumajang sejak aku duduk di kelas 3 SD. Keinginanku terus meningkat untuk bisa masuk ke Jarum, dan berharap bisa menjadi Pemain Nasional. Tetapi keinginanku selalu gagal, karena aku mendapat pesaing yang cukup kuat. Dian namanya. Aku masih punya keinginan untuk mengalahkannya, sampai saat ini, tetapi Allah swt berkehendak lain, Dian sudah meninggalkan dunia yang penuh hiruk pikuk ini.

    Ku gantungkan raket, karena sudah gagal masuk jarum, dan berniat untuk lebih berkonsentrasi ke sekolah, karena saat itu aku sudah kelas 6 SD.

    Ayo Raih Piala Thomas dan Uber, seperti beberapa tahun silam !!

    May 12, 2008 Post Under Story - Read More